FIB Unhas – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin kembali melepas mahasiswa penerima beasiswa joint degree 2+2 Program Bahasa Mandarin untuk Komunikasi dan Teknologi (BMKT), Jumat, 19 September 2025. Acara yang berlangsung di Aula Prof. Mattulada FIB Unhas pada pukul 08.30 – 10.30 WITA ini dihadiri jajaran pimpinan Unhas, perwakilan Nanchang University, serta mahasiswa dan orang tua penerima program.
Hadir antara lain Direktur Kemitraan Unhas yang mewakili Wakil Rektor IV, Kasubdit. Pendidikan Internasional, Dekan FIB Unhas bersama Wakil Dekan I dan III, perwakilan Kantor Urusan Internasional, Prof. Woo dari Pusat Bahasa Mandarin Unhas (Confucius Institute), hingga CEO Nisco sebagai mitra industri.

Program joint degree 2+2 sendiri telah berjalan sejak 2020. Mahasiswa menempuh dua tahun studi di Unhas, kemudian melanjutkan dua tahun berikutnya di Nanchang University, Tiongkok. Setelah lulus, mereka berhak atas ijazah dari kedua kampus. “Angkatan pertama kini bekerja di perusahaan sebagai penerjemah, atau menjadi guru bahasa Mandarin di instansi negeri,” terang Kaprodi BMKT. Tahun ini, 13 mahasiswa terpilih dari 23 pendaftar melalui seleksi ketat.
Dekan FIB, dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga almamater. Ia bahkan menyelipkan pepatah Bugis-Makassar: “Sekali layarku terkembang, pantang biduk surut ke pantai,” katanya, mengingatkan agar mahasiswa yang berangkat ke Nanchang tidak kembali dengan tanpa pengetahuan baru yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia. Ia juga berpesan untuk “menjaga Unhas sebagaimana para pendahulu menjaganya.”

Direktur Kemitraan Unhas menambahkan, program ini bukan hanya memperkuat jejaring akademik internasional, tetapi juga mendongkrak reputasi Unhas di peringkat QS WUR. “Kegiatan seperti ini sesuai dorongan Dikti dan berpengaruh langsung pada masa tunggu kerja alumni,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Woo mengaku bangga. “Memilih BMKT berarti memilih untuk memahami Tiongkok,” ucapnya. Pesan senada datang dari CEO Nisco yang berharap mahasiswa dapat kembali dengan keterampilan unggul. Acara ditutup dengan penyerahan simbolis dari Dekan FIB kepada mahasiswa, disusul pemutaran video Nanchang University dan pertunjukan tari tradisional Tiongkok—sebuah pengingat bahwa bahasa selalu bertaut erat dengan kebudayaan.(*)

