Sastra Jepang Unhas Menyelenggarakan Upacara Chanoyu

Fakultas Ilmu Budaya – Suasana bak Negeri Sakura terasa begitu nyata di Aula Mattulada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (16/9). Departemen Sastra Jepang dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-20 mengadakan Workshop Chanoyu (minum teh ala Jepang). Ratusan peserta merasakan keindahan upacara minum teh tradisional Jepang.

Workshop yang mengusung tema “Experiencing the Spirit of Japanese Tea Ceremony” menghadirkan dua narasumber utama, Prof. Ishizuka Osamu dari University of Tsukuba dan Ohashi Koichi selaku Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar.

Ratusan mahasiswa dan dosen menyaksikan acara itu dengan antusias. Sebagai pembukaan, upacara minum teh pertama dilakukan oleh Ohashi Koichi, Dekan FIB Unhas Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, M.Hum. dan istrinya, Andi Farhani. Kemudian, 18 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dengan mengenakan pakaian tradisional yukata. Mereka memperoleh kesempatan langsung mempraktikkan persiapan teh hijau bubuk menggunakan peralatan khusus, lengkap dengan tata krama yang ketat.

Prof. Ishizuka memaparkan bahwa upacara minum teh mendapat pengaruh dari ajaran Zen. Namun, gerakan-gerakan di dalamnya merupakan hasil pemikiran para master Cha no Yu. Ia menegaskan pesan penting dari upacara ini yaitu keteraturan, penghargaan terhadap sesama, serta ketenangan batin. “Saya ingin teh dapat dinikmati di seluruh dunia, sebab budaya teh tidak terbatas pada agama maupun negara. Teh bisa menjadi simbol perdamaian,” ungkapnya.

Ohashi Koichi menyatakan kegembiraannya menjadi bagian dari kegiatan ini. “Secara jujur ini pertama kalinya bagi saya mengikuti upacara minum teh yang tradisional, khas Jepang,” ujarnya. Ia mengaku senang berkesempatan untuk mempelajari dan ikut dalam upacara minum teh tradisional.

Ketua Departemen, Fithyani Anwar, Ph.D, menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan positif untuk sivitas akademika. Terutama kegiatan yang memperluas wawasan mahasiswa terkait bahasa dan budaya Jepang. “Saya beserta rekan-rekan dosen akan terus berupaya menghadirkan kegiatan positif demi meningkatkan wawasan mahasiswa. Semoga Sastra Jepang semakin jaya,” pungkasnya.

Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar SS M.Hum, juga mengaku terkesima karena bisa merasakan langsung tradisi yang selama ini hanya mereka pelajari dari literatur. “Selama ini yang kita pahami tentang upacara minum teh hanya secara teoritis lewat membaca buku. Tapi kini benar-benar dipraktikkan sebagai ritual,” tuturnya.

Perayaan Dies Natalis ke-20 Departemen Sastra Jepang sukses menarik perhatian peserta. Tidak hanya sukses dalam memperkenalkan budaya, acara ini juga mempererat hubungan antara Unhas dengan Jepang melalui pihak Konsuler Jepang.

Bagikan

Berita Lainnya

Scroll to Top