Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi, FIB Unhas Gelar Sosialisasi Zona Integritas

FIB Unhas – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin mengambil langkah strategis dalam upaya reformasi birokrasi dengan menggelar Sosialisasi Zona Integritas (ZI). Acara ini berlangsung di Aula Prof. Mattulada pada Rabu (5/11/2025), dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa.

Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Dekan FIB Unhas ini bertujuan membangun komitmen dan pemahaman bersama untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan, satu tahun setelahnya, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Narasumber sosialisasi, Ishaq Rahman, S.IP., M.Si., Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Universitas Hasanuddin, memaparkan bahwa substansi utama dari Zona Integritas adalah perubahan pola pikir dan budaya kerja yang nyata. Fokusnya ada dua: layanan prima yang bebas keluhan serta birokrasi yang bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Ishaq Rahman menjelaskan bahwa proses penilaian ZI kini sangat ketat. Selain evaluasi dokumen, tim penilai nasional akan menggunakan metode desk-evaluation (mencari rekam jejak digital instansi) hingga menerjunkan mystery shopper—penilai yang menyamar sebagai mahasiswa, alumni, atau tamu yang meminta layanan.

“Implikasinya, seluruh kegiatan positif FIB harus aktif dipublikasikan,” ujar Ishaq.

Langkah FIB ini sejalan dengan komitmen Unhas, di mana tiga fakultas (FKM, FK, dan Kehutanan) telah lolos untuk dinilai di tingkat nasional tahun ini. Meski begitu, Ishaq mengingatkan adanya tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan pentingnya komitmen kuat dari pimpinan hingga staf.

Diskusi dalam sosialisasi ini juga berjalan interaktif. Menanggapi pertanyaan mengenai peran mahasiswa, Ishaq menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya penerima layanan utama, tetapi juga dapat berperan aktif sebagai ‘agen perubahan’ (agent of change) dalam mengawal implementasi ZI.

Sebagai tindak lanjut, setiap manajer area di FIB diharapkan segera menyusun rencana aksi dan mengumpulkan dokumen pendukung, sebagai persiapan menghadapi penilaian yang dijadwalkan pada April mendatang.(*)

Bagikan

Berita Lainnya

Scroll to Top