Merespons Era AI, Dosen FIB Unhas Hadiri Seminar “Kampus Berdampak” di Universitas Airlangga

FIB Unhas — Dua dosen dari Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Munira Hasyim, M.Hum., dan Ketua Departemen Dr. Dra. Muslimat, M.Hum., berpartisipasi dalam agenda akademik nasional di Surabaya. Keduanya mengikuti Seminar Nasional Kampus Berdampak yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PROBSI CENDEKIA 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Universitas Airlangga pada 21–22 Oktober 2025 ini mengangkat tema yang kian relevan di dunia pendidikan tinggi: “Menimbang Kampus Berdampak: Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kolaboratif-Partisipatif serta Optimalisasi Pemanfaatan Akal Imitasi (AI)”.

Seminar ini menjadi forum strategis bagi para akademisi sastra dan bahasa untuk membedah tantangan zaman. Di tengah disrupsi teknologi, fokus diskusi mengarah pada bagaimana perguruan tinggi, khususnya dalam bidang humaniora, dapat memberi dampak sosial yang nyata.

Sorotan utama tentu saja tertuju pada optimalisasi pemanfaatan AI atau “Akal Imitasi”. Isu ini dibahas untuk mencari formula terbaik agar pembelajaran bahasa dan sastra tetap humanis sekaligus adaptif terhadap teknologi.

Dr. Muslimat menyoroti pentingnya forum tersebut untuk pengembangan departemen. “Di era di mana AI bisa menulis puisi atau menganalisis data dalam hitungan detik, peran kita sebagai pendidik sastra justru semakin krusial,” ujarnya. “Kita tidak hanya mengajar tentang sastra, tetapi mengajar cara AI memproses bahasa, sekaligus membekali mahasiswa dengan kepekaan dan analisis kritis yang tidak dimiliki mesin.”

Keikutsertaan dua perwakilan FIB Unhas dalam seminar nasional ini diharapkan dapat membawa gagasan segar dalam pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran. Hal ini sejalan dengan upaya fakultas untuk terus relevan dan berkontribusi aktif dalam lanskap pendidikan nasional yang dinamis.

Bagikan

Berita Lainnya

Scroll to Top