FIB Unhas — Keheningan yang biasanya menyelimuti Hutan Jati di kawasan Tamalanrea, malam itu berganti riuh hangat. Pada Sabtu malam (6/12/2025), area hijau di samping gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin ini “disulap” menjadi kampung kecil yang berpendar. Puluhan tenda berdiri di antara tegakan pohon, diterangi lampu-lampu gantung yang membiaskan cahaya kuning keemasan ke tanah yang lembap.
Malam itu, FIB Unhas tidak sedang menggelar kuliah umum atau seminar kaku. Mereka menggelar “Kemah Budaya”, sebuah hajatan yang menjadi jantung dari perayaan Dies Natalis ke-65. Melibatkan Ikatan Alumni (IKA) FIBRA dan seluruh elemen civitas akademika, kegiatan ini berhasil mempertemukan lintas generasi—mulai dari mahasiswa baru, dosen senior, hingga alumni yang sudah lama meninggalkan kampus—dalam satu lingkaran api unggun.
Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., yang turut hadir dan berbaur dengan peserta, menyebut malam itu sebagai momentum “pulang ke akar”. Menurutnya, kebudayaan tidak bisa hanya didiskusikan di ruang kelas ber-AC, tetapi harus dirasakan denyutnya dalam kebersamaan yang cair.
“Kebudayaan itu hidup, bergerak, dan membentuk cara kita memandang sesama. Malam ini kita membuktikan bahwa ruang seperti ini—di alam, dalam suasana egaliter—mampu meruntuhkan sekat formalitas dan menumbuhkan kedekatan emosional,” ungkap Prof. Akhmar di sela-sela kegiatan.
Suasana semakin hidup ketika Panggung Apresiasi Sastra dimulai. Bait-bait puisi bergantian dibacakan, bersahutan dengan suara denting kartu dari sudut lain tempat lomba domino dan remi digelar. Tidak ada jarak antara guru besar dan mahasiswa; semua larut dalam tawa dan strategi permainan. Aroma kopi dan asap tipis dari perapian menyempurnakan sesi Tudang Sipulung, di mana gagasan-gagasan tentang masa depan fakultas dipertukarkan dengan santai namun berisi. Bagi para alumni, malam di Hutan Jati ini menjadi lorong waktu yang membangkitkan nostalgia. Sementara bagi mahasiswa aktif, ini adalah pelajaran nyata tentang solidaritas humaniora. Kemah Budaya ini menutup malam Minggu dengan kesan mendalam, sebelum rangkaian Dies Natalis berlanjut keesokan harinya dengan agenda Jalan Santai dan Lokakarya Film. Hutan Jati malam itu bukan sekadar tempat berkemah, melainkan saksi bisu bahwa kekeluargaan di FIB Unhas tetap terawat kokoh.



