Melawat ke Nanchang: FIB Unhas Perkuat Program 2+2 hingga Jajaki Industri Lithium

FIB Unhas — Jarak ribuan kilometer tak menyurutkan langkah Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk terus memperluas jejaring akademiknya di kancah global. Pada Rabu hingga Kamis (13-14/5/2026), delegasi Unhas melawat ke Nanchang, Provinsi Jiangxi, Tiongkok. Kunjungan ini bukan sekadar lawatan biasa, melainkan langkah strategis untuk mengukuhkan kolaborasi lintas negara yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan mahasiswa.

Delegasi tersebut dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phill., bersama Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas, Prof. Dr. A. M. Akhmar, S.S., M.Hum. Agenda hari pertama diwarnai dengan partisipasi dalam simposium bertajuk “Food Science and Technology Cooperation” di kampus Nanchang University. Di sela-sela padatnya kegiatan, pimpinan Unhas menggelar pertemuan intensif dengan Dekan School of Humanities Nanchang University untuk mematangkan rencana pengembangan 2+2 Program.

Momen paling hangat tercipta ketika Prof. Adi Maulana dan Prof. Akhmar menyempatkan diri menengok langsung para mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (BMKT) FIB Unhas yang tengah menimba ilmu lewat skema 2+2 Program di Nanchang. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa mempersembahkan cenderamata hasil karya mereka sendiri kepada Dekan FIB.

“Melihat langsung senyum dan semangat juang anak-anak kita belajar di negeri orang menjadi bukti bahwa kerja sama ini bukan sekadar urusan di atas kertas, tapi langkah nyata merakit masa depan mereka menuju taraf global,” ungkap Prof. Akhmar dengan bangga.

Memasuki hari kedua, Kamis (14/5), orientasi kegiatan bergeser dari ruang kelas ke dunia industri riil. Delegasi berkunjung ke Kawasan Industri Ganfeng Lithium, salah satu raksasa produsen lithium di Nanchang. Penjajakan ini membuka cakrawala baru tentang inovasi teknologi global yang kelak diharapkan dapat menginspirasi riset kolaboratif antara sivitas akademika dan sektor industri masa depan.

Bagikan

Berita Lainnya

Scroll to Top