FIB Unhas — Jumat sore (2/1/2026) menjadi momen penting di Ruang Rapat Senat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin. Di awal tahun yang baru ini, pimpinan fakultas mengumpulkan para tenaga kependidikan untuk satu agenda krusial: membahas pengumuman hasil seleksi Pegawai Non-PNS Tetap (NPT) dan Non-PNS Tidak Tetap (NPTT) sekaligus memberikan arahan strategis bagi masa depan sumber daya manusia di lingkungan fakultas.
Suasana rapat terasa cair, tetapi tetap serius. Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya (WD2), Dr. Rosmawati, S.S., M.Si., membuka pertemuan dengan kabar baik yang dibarengi catatan penting. Bagi staf yang dinyatakan lolos seleksi, status ini bukanlah garis finis, melainkan gerbang awal masa uji coba (probation) selama tiga bulan sebelum ditetapkan secara resmi.
“Jumlah yang lolos ini berkat perjuangan Dekan FIB Unhas. Jika hanya mengikuti hitungan nilai ujian murni, mungkin hanya sedikit yang bisa lolos,” ungkap WD2, menekankan betapa pimpinan fakultas berupaya keras memperjuangkan nasib pegawainya.
Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., dalam arahannya, memberikan konteks yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa SDM—baik dosen maupun tenaga kependidikan—adalah investasi terbesar bagi institusi. Oleh karena itu, perubahan status dari NPTT menjadi “Pegawai Tetap Unhas” bukan sekadar ganti label, melainkan tuntutan profesionalitas. Dekan mewanti-wanti bahwa kedisiplinan, terutama terkait jam masuk kantor, kini menjadi parameter penilaian yang tidak bisa ditawar.
“Dalam melayani, apabila mendapati pengguna layanan yang menjengkelkan, hadapi dengan sabar. Kita adalah satu tim, satu keluarga,” pesan Dekan, mengingatkan pentingnya etika pelayanan berjenjang mulai dari staf hingga pimpinan.
Namun, rapat ini bukan hanya milik mereka yang merayakan kelulusan. Kepada para staf yang belum berhasil lolos seleksi NPT maupun NPTT kali ini, pimpinan fakultas menitipkan pesan agar tetap bersabar dan tidak berkecil hati. Pihak fakultas berkomitmen bahwa proses peningkatan status ini dilakukan secara bertahap. Bahkan, bagi mereka yang belum lolos, akan diupayakan pemberian pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas sebelum menghadapi ujian di periode mendatang.
Pertemuan yang berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 Wita ini ditutup dengan harapan kolektif. Baik yang sedang menjalani masa uji coba maupun yang masih harus menunggu kesempatan berikutnya, semua diminta untuk meningkatkan kinerja demi kemajuan FIB Unhas.

