
FIB Unhas — Makassar, 19 Mei 2025, Aula Prof. Mattulada, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (FIB Unhas), pagi itu terasa penuh semangat dan makna. Sejak pukul sepuluh, ruang yang biasanya menjadi ruang diskusi dan pertunjukan budaya itu menjelma panggung transisi kepemimpinan. Para undangan mulai berdatangan—pegawai, dosen, mahasiswa, hingga alumni. Yang saling mengenal berbasa-basi hangat, yang belum berkenalan cukup saling melempar senyum.
Hadir dalam acara ini para anggota Senat FIB, para guru besar, ketua departemen, ketua program studi S1, S2, dan S3, serta perwakilan dari Badan Pelestarian Kebudayaan. Barisan panitia terdiri dari para dosen muda dan asisten dosen yang bergerak lincah. Acara dipandu dengan tenang oleh A. Inayah Soraya, S.S., M.Hum., dosen Departemen Sastra Inggris. Lagu Indonesia Raya, Mars Unhas, dan Mars Sastra dinyanyikan bersama, dipandu oleh Andi Tenri Bali, S.S., M.Hum., dari Departemen Sastra Bugis-Makassar. Doa bersama secara Islam dipimpin oleh Fadlan Ahmad, S.S., M.Si., dari Departemen Sastra Asia Barat.
Selain penyerahan jabatan Dekan dari Prof. Dr. Akin Duli, M.A. kepada Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., kegiatan ini juga mencakup penyerahan jabatan Kepala Tata Usaha (KTU) dari pejabat lama, kepada pejabat baru, Ir. Bahtiar, S.T., M.Si. Sebuah pergantian yang menandai fase baru bagi manajemen fakultas.
Dalam sambutan perpisahannya, Prof. Akin mengaku tidur lebih nyenyak sejak masa jabatannya berakhir. “Biasanya saya sudah bangun sebelum azan subuh. Sekarang azan pun saya belum bangun. Rasanya seperti beban yang telah lama di pundak akhirnya terangkat,” tuturnya jujur. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung masa kepemimpinannya, dari jajaran pimpinan hingga staf administrasi. “Semoga FIB semakin jaya di tangan dekan yang baru. Amin,” tutupnya.
Sementara itu, Prof. Akhmar dalam sambutan perdananya menekankan pentingnya kesinambungan dan visi jangka panjang. Ia memetakan proses transisi dan transformasi yang telah berlangsung sejak era Prof. Darwis hingga Prof. Akin. “Kita tidak hanya berganti pemimpin, tetapi juga sedang meneguhkan identitas baru sebagai Fakultas Ilmu Budaya. Itu butuh keberanian menyesuaikan kurikulum, arah riset, dan semangat kerja,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti peran strategis FIB dalam kontribusi terhadap IKU (Indikator Kinerja Utama) dan pemeringkatan dunia. “Setidaknya ada tiga program studi yang bisa kita dorong masuk pemeringkatan global: Sastra Inggris S1 dan S2, Linguistik S2, dan Sejarah. Ini harus kita kerjakan secara tim dengan strategi yang tepat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa publikasi, kerja sama, dan masa studi mahasiswa adalah kunci penting yang mesti digenjot.
“Mahasiswa saat ini, idealnya menyelesaikan studi dalam empat tahun. Itu realistis, asal kita semua mendukung dari sisi akademik maupun administratif. Kita juga perlu terus mendorong lomba dan prestasi, baik nasional maupun internasional,” katanya. Ia juga menyebut pentingnya kebersihan lingkungan kampus sebagai aspek yang tak boleh disepelekan. “Kebersihan mendukung aktivitas akademik. Lingkungan yang tertata rapi mencerminkan suasana batin yang siap bekerja,” ujarnya lugas.
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan dokumen serah terima jabatan oleh dekan lama dan baru, serta KTU lama dan baru, disaksikan oleh Prof. Dr. H. Muhammad Darwis, M.S., Ketua Senat FIB Unhas, dan Dr. Dafirah, M.Hum., Wakil Dekan II FIB Unhas. Suasana kemudian mencair dalam penyerahan cendera mata, sesi foto bersama, dan santap siang yang menutup acara sekitar pukul 11.45 WITA. (*)

