Fakultas Ilmu Budaya – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) melaksanakan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, Jumat (26/9). Kegiatan yang ditujukan untuk seluruh sivitas akademika Fakultas Ilmu Budaya (FIB) berlangsung di Arsyad Rasjid Lecture.
Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Dekan FIB, Prof. Andi Muhammad Akhmar, M.Hum., sivitas akademikan menegaskan melawan segala bentuk kekerasan. “Kita lihat, tidak semua mahasiswa, dosen dan tendik bisa ikut pada kegiatan ini karena ada yang berkuliah. Namun, saya harap yang datang bisa menyebarkan informasi ke mereka yang belum berkesempatan hadir seperti apa pencegahan kekerasan di lingkungan kampus,” pungkasnya.
Satgas PPK yang diwakili oleh Wakil Ketua Satgas, Prof. Dr. Ir. Mardiana Ethrawaty Fachry, M.Si. dalam sosialisasinya memaparkan beberapa data. “FIB memang tinggi untuk kekerasan seksual dan kedokteran itu tertinggi untuk kasus perundungan,” ujarnya. Namun, Prof. Mardiana memandang ini dari perspektif berbeda. Ia melihat bahwa ada kesadaran sivitas akan pentingnya menjamin keamanan dan kenyamanan kampus.
“Jangan selalu dilihat sebagai hal buruk. Kita juga bisa melihat perspektif lain, artinya FIB terbuka dan sadar untuk melaporkan tindakan kekerasan seksual,” terangnya. Ia juga memperingatkan jangan sampai ada tindakan kekerasan yang terjadi namun dibiarkan. “Jangan sampai ada yang melakukannya tapi diam-diam saja, itu tidak boleh,” tegasnya.
Ia juga menerankan ada sanksi bagi pelaku, siapapun itu baik mahasiswa, tendik ataupun dosen jika terbukti bersalah. “Jadi ada tiga sanksi yang bisa diberikan, sanksi administrasi itu di Satgas, sanksi etik di Fakultas, dan pidana di pihak kepolisian,” tuturnya. Selain kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi juga menjadi sorotan bagi Satgas PPK. Tujuannya agar Unhas mewujudkan kampus yang inklusif.

