FIB Unhas — euforia penandatanganan kerja sama dengan PT Shuoshi Indonesia Investment tidak lantas membuat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin melepas mahasiswanya begitu saja. Tindak lanjut konkret langsung diambil oleh jajaran pimpinan fakultas untuk memastikan kesiapan mental dan akademik para penerima beasiswa.
Pada Senin, 9 Februari 2026, ruang pertemuan virtual Zoom menjadi saksi pembekalan intensif yang berlangsung selama satu jam, mulai pukul 11.30 hingga 12.30 Wita. Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., memimpin langsung sesi pengarahan ini. Turut hadir mendampingi adalah Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Dr. Wahyuddin, S.S., M.Hum., serta Manajer Kemitraan FIB Unhas, Prof. Dr. Fathu Rahman, S.S., M.Hum.
Di layar terpisah, dari Nanchang, Tiongkok, tampak keempat mahasiswa penerima beasiswa—Queen Azizah Akmal, Andi Sah Alam Paris, Elia Parerung Tandi Datu, dan Nur Pratiwi—menyimak dengan saksama didampingi oleh Ketua Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (BMKT), Dian Sari Unga Waru, S.S., M.TCSOL, melalui Zoom.
Dalam arahannya, Prof. Andi Muhammad Akhmar menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan dana, melainkan amanah institusi.
“Kalian bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi membawa marwah FIB Unhas. Sebagai pihak ketiga dalam perjanjian ini, fakultas berkewajiban mengingatkan bahwa integritas akademik adalah harga mati. Prestasi di industri harus sejalan dengan disiplin di kampus,” tegas Prof. Akhmar.
Senada dengan Dekan, Dr. Wahyuddin menekankan pentingnya adaptabilitas. Mengingat PT Shuoshi adalah perusahaan multinasional berbasis teknologi tinggi, mahasiswa diminta untuk tidak hanya cakap berbahasa Mandarin, tetapi juga cepat memahami budaya kerja industri yang dinamis.
Dian Sari Unga Waru selaku Kaprodi BMKT juga memberikan catatan khusus terkait teknis perkuliahan. Ia memastikan agar jadwal magang atau kegiatan industri tidak berbenturan dengan kewajiban akademik yang tersisa, sehingga keempat mahasiswa ini bisa lulus tepat waktu dengan kualitas yang membanggakan. Pertemuan singkat namun padat ini menjadi bekal penutup sebelum para mahasiswa memulai perjalanan baru mereka, menjembatani dunia akademik Unhas dengan realitas industri nikel global.


