FIB Unhas — Langit Minggu pagi (7/12/2025) di Tamalanrea cerah ketika pelataran Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin mulai dipadati lautan manusia. Ratusan peserta, mulai dari pimpinan universitas, alumni lintas angkatan, hingga mahasiswa baru, berkumpul di garis start sejak pukul 06.00 Wita. Mereka bersiap menjajal rute keliling kampus dalam agenda Fun Walk, sebuah penutup manis dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-65 FIB Unhas.
Acara ini bukan sekadar jalan santai biasa. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang hadir bersama jajaran Wakil Rektor, memberikan sentuhan budaya yang kental seusai turut mengelilingi Unhas. Pria yang akrab disapa Prof. JJ ini tidak hanya memberikan sambutan formal, tetapi justru naik panggung untuk membacakan puisi ciptaannya sendiri. “Warisan leluhur ialah nilai abadi,” lantunnya, mengapresiasi soliditas warga FIB yang pagi itu fasih menyanyikan mars fakultas.
Namun, puncak keriuhan pagi itu terjadi di panggung utama saat sesi pembagian doorprize. Berbeda dengan undian konvensional yang mengandalkan sobekan kertas kupon, panitia menerapkan sistem digital yang lebih transparan dan modern. Seluruh peserta yang telah mendaftarkan diri melalui Google Form menanti dengan harap-harap cemas saat nama mereka diacak menggunakan aplikasi spin online di layar besar.
Ketegangan memuncak saat aplikasi pemutar nama tersebut dijalankan untuk menentukan pemilik hadiah utama: satu unit sepeda motor. Sorak sorai pecah ketika roda digital berhenti tepat pada nama seorang mahasiswa dari Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (BMKT). Rezeki tak terduga itu disambut riuh tepuk tangan rekan-rekan sejawatnya.
Di tengah euforia hadiah motor dan puluhan hadiah hiburan lainnya, sisi humanis acara tetap terjaga. Panitia turut menyediakan hadiah berupa beasiswa bebas biaya kuliah (UKT) selama satu semester. Ketua Panitia Dies Natalis, Hasbi Lodang, S.S., menyebut inisiatif ini lahir dari keprihatinan kolektif.
“Kita melihat ada mahasiswa yang harus mengundurkan diri karena tidak mampu membayar biaya kuliah. Ini tanggung jawab moral,” ujarnya. Lewat perpaduan teknologi undian digital, tarian bersama, hingga kepedulian nyata lewat beasiswa, Fun Walk FIB Unhas menegaskan bahwa perayaan ulang tahun bukan sekadar pesta pora. Ia adalah momentum memperkuat solidaritas kemanusiaan di lingkungan akademik.





