FIB Unhas — Ruang kelas tak lagi menjadi satu-satunya batasan dalam menimba ilmu. Merespons tuntutan kompetensi global, Universitas Hasanuddin (Unhas), khususnya Fakultas Ilmu Budaya (FIB), terus melebarkan sayap kemitraannya hingga ke Negeri Sakura.
Langkah strategis ini diwujudkan pada Selasa siang, 10 Maret 2026. Bertempat di Ruang Rapat Wakil Rektor IV, Lantai 6 Gedung Rektorat Unhas, sebuah kesepakatan penting lintas negara resmi terjalin antara pukul 11.30 hingga 12.00 Wita.
Agenda utama hari itu adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unhas dengan perusahaan asal Jepang, Atago Driving School. Komitmen payung ini kemudian langsung diimplementasikan secara teknis melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan FIB Unhas.
Dari pihak universitas, naskah MoU ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis, Prof. Dr. Eng. Ir. Adi Maulana, S.T., M.Phil. Beliau didampingi oleh Direktur Kemitraan Unhas, Ansariadi, SKM., M.Sc.PH, Ph.D.
Sementara itu, penandatanganan MoA dari pihak fakultas dilakukan oleh Dekan FIB Unhas, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum. Turut hadir mendampingi beliau adalah Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni, Dr. Wahyuddin, S.S., M.Hum., serta Ketua Departemen Sastra Jepang, Dr. Imelda, S.S., M.Pd. Kedua kesepakatan ini disahkan bersama perwakilan langsung dari Atago Driving School.
Fokus utama dari sinergi ini adalah pembukaan jalur magang di Jepang bagi para mahasiswa Departemen Sastra Jepang FIB Unhas. Program magang ini secara spesifik dirancang untuk memenuhi skema magang Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK).
“Kesepakatan dengan Atago Driving School ini adalah jembatan emas bagi mahasiswa kami. Mereka tidak hanya akan mengasah kemampuan linguistik secara native, tetapi juga terjun langsung menyerap etos kerja dan kedisiplinan tingkat tinggi khas Jepang. Ini adalah bekal berharga sebelum mereka benar-benar memasuki dunia profesional,” ungkap Prof. Andi Muhammad Akhmar.
Kerja sama ini menegaskan posisi FIB Unhas yang semakin adaptif dalam memfasilitasi mahasiswanya. Melalui program magang internasional ini, mahasiswa Sastra Jepang diharapkan mampu mengonversi teori akademik menjadi pengalaman empiris yang memperkuat daya saing mereka di pasar kerja global.








