


Lokakarya Intensif Dua Hari
Makassar, Indonesia | 16–17 November 2026
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan SEASREP Foundation membuka kesempatan bagi para akademisi muda untuk mengikuti Nurturing Network of Junior Scholars of Southeast Asian Studies, sebuah lokakarya intensif selama dua hari yang akan diselenggarakan di Makassar, Indonesia, pada 16–17 November 2026.
Tentang Lokakarya
Lokakarya ini ditujukan untuk memperkuat kajian Asia Tenggara melalui pengembangan dan pembinaan akademisi muda yang memiliki minat pada berbagai aspek kajian Asia Tenggara, antara lain sejarah, antropologi, kajian film, ekonomi, sastra, dan bidang terkait lainnya.
Selama lokakarya, peserta akan mendiskusikan aspek konseptual dan metodologis dalam Kajian Asia Tenggara, merumuskan gagasan dan proposal penelitian dalam kerangka kajian regional, serta mengeksplorasi peluang penelitian mandiri maupun kolaboratif dengan melihat suatu kawasan atau persoalan tertentu secara lintas batas.
Fokus Kajian
Salah satu fokus utama lokakarya kali ini adalah kajian mengenai komunitas di sepanjang koridor Selat Makassar, yang membentang dari Kepulauan Nusa Tenggara hingga wilayah selatan Kepulauan Filipina.
Kajian dapat menyoroti pergerakan:
- manusia;
- barang; dan
- gagasan
di sepanjang koridor tersebut.
Beberapa isu yang dapat dikembangkan antara lain perdagangan manusia, penyelundupan dan perdagangan lintas batas, persoalan perbatasan, bentuk-bentuk kerja sama regional, tradisi komparatif, serta pembentukan identitas.
Peserta juga dipersilakan mengajukan tema lain yang berkaitan dengan berbagai wilayah di Asia Tenggara.
Luaran Lokakarya
Pada akhir lokakarya, setiap peserta diharapkan menyerahkan pernyataan minat penelitian (statement of research interests) yang telah diperbaiki. Pernyataan tersebut diharapkan dapat menjadi arah bagi pengembangan perjalanan akademik peserta di bidang Kajian Asia Tenggara pada masa mendatang.
Narasumber
Lokakarya akan menghadirkan:
Professor Maitrii Aung-Thwin
National University of Singapore
Professor Maris Diokno
University of the Philippines (Dilliman)
Tim akademisi dari Universitas Hasanuddin juga akan memberikan konteks historis dan antropologis dalam lokakarya.
Persyaratan Peserta
Untuk memastikan efektivitas lokakarya, hanya 30 peserta yang akan diterima.
Pelamar harus:
- berusia di bawah 40 tahun;
- memiliki gelar sarjana di bidang humaniora atau ilmu sosial dan belum memiliki gelar Ph.D.;
- memiliki minat akademik dalam Kajian Asia Tenggara, yang ditunjukkan melalui pernyataan singkat mengenai minat akademik serta tema penelitian yang sedang atau akan dilakukan;
- dalam tema penelitian yang direncanakan atau sedang dilakukan, menunjukkan minat pada kajian komparatif terhadap dua atau lebih negara Asia Tenggara, termasuk negara asal pelamar, atau berfokus pada satu negara Asia Tenggara selain negara asalnya;
- bersedia mengikuti seluruh rangkaian lokakarya yang dilaksanakan dalam bahasa Inggris.
Fasilitas dan Biaya
Lokakarya ini gratis atau tidak dipungut biaya.
Selama lokakarya, peserta akan mendapatkan:
- konsumsi berupa snack dan makan siang; serta
- bagi peserta internasional, tersedia akomodasi gratis dalam jumlah terbatas, termasuk kamar dan makan malam selama lokakarya.
Panitia tidak dapat menyediakan tiket perjalanan menuju dan dari Makassar. Namun, panitia dapat memberikan informasi dan bantuan informasi terkait kebutuhan logistik peserta.
Tata Cara Pendaftaran
Pelamar diminta mengirimkan aplikasi paling lambat 3 Oktober 2026 ke:
Dengan subjek email:
“Southeast Asian Studies Paper” diikuti judul makalah
Contoh:
Southeast Asian Studies – Anti-Communist Legitimacy in Indonesian, Burmese, and Malaysian Literary Works
Dokumen aplikasi terdiri atas:
- Surat pernyataan (statement letter) yang memuat minat akademik dan tema penelitian yang sedang atau akan dilakukan; dan
- CV lengkap.
Batas Waktu Pendaftaran
3 Oktober 2026
Pengumuman Hasil Seleksi
Hasil seleksi akan diumumkan pada pertengahan Oktober 2026.
Nurturing the Next Generation of Southeast Asian Scholars
Lokakarya ini menjadi ruang untuk mempertemukan akademisi muda yang memiliki perhatian terhadap Asia Tenggara, memperluas perspektif lintas disiplin dan lintas negara, serta mengembangkan gagasan penelitian yang dapat berkontribusi pada penguatan Kajian Asia Tenggara.
Makassar, Indonesia
16–17 November 2026
Terbatas untuk 30 peserta.

