Senat Akademik Unhas Memantau Kinerja FIB, Soroti Riset, Akreditasi, dan Penguatan Budaya Akademik

FIB Unhas — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin menerima kunjungan Senat Akademik (SA) Universitas Hasanuddin dalam agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Akademik Tahun 2026 pada Kamis (16/4/2026) di Ruang Senat FIB Unhas. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian akademik sekaligus memperkuat arah pengembangan institusi di lingkungan FIB Unhas.

Kunjungan tersebut dihadiri jajaran Senat Akademik dari Komisi I, II, dan III, pimpinan fakultas, serta para wakil dekan dan pengelola akademik FIB Unhas. Dalam sambutannya, Dekan FIB Unhas menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap pertemuan dapat menghasilkan masukan yang konstruktif bagi pengembangan fakultas.

Sekretaris Senat Akademik, Prof. Budimawan, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan agenda resmi pertama Senat Akademik pada tahun 2026. Ia menegaskan bahwa Senat Akademik memiliki fungsi strategis dalam penyusunan regulasi, pemberian rekomendasi kebijakan, hingga pengawasan pelaksanaan akademik di tingkat universitas.

Dalam pemaparannya, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni memaparkan sejumlah capaian dan tantangan FIB Unhas sepanjang 2025. Beberapa indikator yang menjadi perhatian ialah publikasi internasional terindeks Scopus yang belum memenuhi target, persentase dosen berkualifikasi doktor, serta capaian skor TOEFL mahasiswa.

Meski demikian, fakultas juga mencatat sejumlah perkembangan, seperti pembentukan Publication Management Unit (PMU), progres pembangunan Zona Integritas, hingga pengembangan program Double Degree. Di bidang infrastruktur, FIB Unhas turut melaporkan renovasi ruang kelas, peningkatan akses internet, dan rencana peluncuran Panggung Kebudayaan.

“Penelitian ke depan diharapkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga mampu memberi kontribusi terhadap kebijakan institusi dan pengembangan kerja sama,” ujar Dekan FIB Unhas dalam sesi diskusi.

Anggota Senat Akademik juga menyoroti pentingnya penguatan program pascasarjana, peningkatan kinerja riset dosen, serta pengembangan profil departemen dan program studi. Selain itu, muncul pula pandangan bahwa bidang kebudayaan memiliki peran penting sebagai jembatan penerimaan teknologi dan pembangunan sosial di masyarakat.

Melalui forum ini, FIB Unhas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas akademik, tata kelola institusi, dan kontribusi keilmuan berbasis budaya di tingkat nasional maupun internasiona.

Bagikan

Berita Lainnya

Scroll to Top